Salah satu strategi pendidikan yang dianggap efektif dalam pengembangan nilai spiritual dan moral anak adalah keteladanan. Dengan keteladanan anak dapat mengetahui secara langsung nilai apa yang dikehendaki. Selanjutnya anak akan meniru nilai keteladanan yang telah dipahami.
Sebagai contoh, agar anak rajin shalat, maka paling tidak orang tua dan lingkungan sekitar anak harus rajin pula melaksanakan shalat. Kalau anak setiap saat melihat orang tua dan orang disekitarnya rajin shalat, maka anakpun akan terbawa rajin shalat. Selanjutnya anak akan terbiasa shalat dan mendarah daging dalam kepribadian anak.
Kalau anak sudah terbiasa rajin shalat, maka orang tua dan lingkungan tidak perlu memerintahkan anak untuk shalat. Dia akan segera melaksanakannya ketika mendengar suara adzan tanda dimulainya waktu shalat. Pikiran bawah sadarnya langsung tanggab untuk segera mengikuti shalat.
Dalam upaya memudahkan pemahaman diatas, ahli hikmah membuat analogi. Beliau mengibaratkan dengan "Kampung Inggris".
Dalam masyarakat, umumnya, kalau mendengar kata "bahasa Inggris", langsung berpikir bahwa bahasa Inggris adalah bahasa yang sulit. Bahasa Inggris adalah bahasa yang rumit untuk dipelajari dan dipraktekkan. Dengan perasaan itu akhirnya mereka enggan untuk mempelajarinya dan pada akhirnya tidak akan mampu melakukannya.
Tetapi, realitasnya, ternyata bahasa Inggris itu sangat mudah. Hal ini bisa dilihat dari "Kampung Inggris". Kampung Inggris ini dapat berupa kampung yang menerapkan bahasa Inggris dalam kesehariannya ataupun wilayah yang memang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi. Jika kita mengamati dengan seksama, di Kampung Inggris, bahasa Inggris begitu mudah dipelajari. Semua lapisan umur mahir bahasa Inggris. Sampai anak kecilpun sudah mahir bahasa Inggris.
Mengapa hal ini terjadi? Karena anak-anak itu sudah dibimbing langsung dengan bahasa Inggris sejak bisa bicara. Mereka melihat dan mendengar langsung dari orang tua dan lingkungannya percakapan bahasa Inggris. Akhirnya mereka tanpa diperintah langsung mengikuti dan menerapkan percakapan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya mereka semuanya juga mahir berbahasa Inggris karena sudah terbiasa atau "kulina" .
Hal ini bisa menjadi gambaran, bahwa pendidikan keteladanan sangat penting dalam kehidupan anak. Orang tua dan orang terdekat dalam lingkungan anak sangat berpengaruh terhadap nilai spiritual dan moral anak. Dengan keteladanan, anak akan menyerap dan mempraktekkan nilai keteladanan dalam kesehariannya.
Oleh karena begitu pentingnya keteladanan, maka sebisa mungkin kita berupaya menciptakan lingkungan yang baik. Nilai spiritual dan moral yang baik perlu dikembangkan dalam keluarga dan lingkungan. Oleh karena itu perlu adanya gerakan bersama sehingga memudahkan tercapai harapan yang diinginkan.
Semoga kita mampu mewujudkan keluarga dan lingkungan yang bisa menjadi suri tauladan bagi berkembangnya nilai spiritual dan moral anak-anak kita. Aamiiiin. Walloohu a'lam bishshowab.
Oleh Ki Purbo
Oke
BalasHapus