Salah satu strategi pendidikan yang dianggap efektif dalam pengembangan nilai spiritual dan moral anak adalah keteladanan. Dengan keteladanan anak dapat mengetahui secara langsung nilai apa yang dikehendaki. Selanjutnya anak akan meniru nilai keteladanan yang telah dipahami. Sebagai contoh, agar anak rajin shalat, maka paling tidak orang tua dan lingkungan sekitar anak harus rajin pula melaksanakan shalat. Kalau anak setiap saat melihat orang tua dan orang disekitarnya rajin shalat, maka anakpun akan terbawa rajin shalat. Selanjutnya anak akan terbiasa shalat dan mendarah daging dalam kepribadian anak. Kalau anak sudah terbiasa rajin shalat, maka orang tua dan lingkungan tidak perlu memerintahkan anak untuk shalat. Dia akan segera melaksanakannya ketika mendengar suara adzan tanda dimulainya waktu shalat. Pikiran bawah sadarnya langsung tanggab untuk segera mengikuti shalat. Dalam upaya memudahkan pemahaman diatas, ahli hikmah membuat analogi. Beliau mengibaratkan dengan "Kampun...
Menulislah, pasti manfaat!