Masih terngiang-ngiang ditelinga penulis suara para siswa ketika masih menjadi guru. Suara itu begitu jelas dan seperti tiada akan pernah terlupakan. Suara-suara itu seringkali menghantui penulis akan kerinduan menjadi seorang guru. Kerinduan untuk bersua dan bersuka cita bersama para siswa. Belajar bersama, bernyanyi, bermain tepuk, saling tertawa, gurau dan sebagainya. Ada beberapa suara gemuruh siswa yang sejauh ini masih terkenang dalam memori penulis. Sebagai guru Mapel (Mata Pelajaran), penulis mengajar mulai kelas I sampai VI. Suara itu tiada sama kharakter antara kelas yang satu dengan yang lain. Sebagian menyeru, Pak Repan, Pak Repan, Pak Repan! Ini seringkali diserukan oleh para siswa yang pada hari itu jam pelajarannya adalah jampel penulis sambil bertepuk tangan. Seruan ini kadang dilakukan saat penulis datang hendak menuju ruang guru dan melewati kelas tersebut. Disamping itu kadang juga diserukan saat penulis menuju kelas yang bersangkutan. Seruan lain adalah s...
Menulislah, pasti manfaat!